Etika Digital Di Era Gen Z: Lebih Bijak Terhadap Media Sosial

Media sosial merupakan salah satu bentuk media digital yang populer dan banyak digunakan oleh masyarakat. Media sosial memberikan ruang secara virtual untuk berinteraksi dengan orang lain di seluruh dunia. Namun media sosial juga memberikan dampak negatif, bila tidak digunakan dengan baik dan tepat bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Beberapa dampak negatif media sosial antara lain penyebaran berita palsu atau disebut hoax, pelecehan, bullying, ujaran kebencian, dan pelanggaran privasi.

Oleh karena itu, kalian harus memiliki etika digital, seperti aturan dan norma yang mengatur perilaku di dunia digital. Etika digital merupakan kemampuan seseorang dalam mengenal, mengamalkan, mengadaptasi, memahami, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola digital dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki etika digital, kalian dapat menggunakan media sosial secara positif, produktif, dan bermartabat.

Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menerapkan etika digital di era media sosial:

1. Menyaring Setiap Postingan Di Media Sosial

Postingan adalah segala jenis informasi yang diterima di media sosial, baik berupa teks, gambar, video, audio atau link. Postingan yang baik adalah postingan yang akurat, relevan, bermanfaat, dan sesuai dengan konteks. Postingan yang buruk adalah postingan yang salah, menyesatkan, tidak bermutu dan tidak pantas. Untuk menyaringnya, kalian perlu melakukan hal berikut:

  • Cek kebenaran dan sumber informasi sebelum berbagi. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, apalagi yang bersifat intimidatif, provokatif, atau mengandung unsur SARA. Gunakan situs yang bisa membantu kalian mengecek fakta, misalnya Turn Back Hoax, Cek Fakta, atau Mafindo.
  • Pilih tema postingan yang sesuai dengan minat, kebutuhan, dan tujuan. Jangan mengkonsumsi postingan yang tidak bermanfaat, merugikan atau merusak diri sendiri maupun orang lain. Hindari postingan yang mengandung kekerasan, pornografi, atau konten yang melanggar hukum dan norma.
  • Menghargai hak cipta dan karya orang lain. Jangan menjiplak, menyalin, atau mengklaim postingan orang lain sebagai milik sendiri tanpa izin atau sumber yang jelas. Jika ingin menggunakan atau mengutip konten orang lain, pastikan mengikuti hukum yang berlaku.

2. Jaga Kualitas Diskusi

Diskusi adalah proses berbagi pemikiran, ide atau pendapat antara dua orang atau lebih di media sosial. Diskusi yang baik adalah diskusi yang konstruktif atau membangun, informasi, dan menghargai perbedaan. Diskusi yang buruk adalah diskusi yang bersifat destruktif, tidak berdasar dan menimbulkan konflik. Untuk menjaga kualitas diskusi yang baik, perlu melakukan hal-hal berikut:

  • Berpikirlah sebelum memberikan komentar. Jangan menulis komentar yang impulsif, emosional, atau tanpa berpikir panjang. Pikirkan tentang dampak dan konsekuensi dari komentar terhadap diri sendiri dan orang lain. Apakah komentar bermanfaat, pantas, dan sopan? Apakah komentar menimbulkan kesalahpahaman, kegaduhan, atau permusuhan?
  • Gunakan bahasa yang pantas dan benar. Jangan menggunakan bahasa yang menyinggung, kasar, sensitif ataupun vulgar. Gunakan ejaan, tanda baca, dan penggunaan huruf kapital yang tepat. Hindari penggunaan singkatan, emoticon atau emoji yang berlebihan atau tidak tepat. Jika kita menggunakan bahasa asing, pastikan kita mengetahui tata bahasa dan kosakatanya.
  • Menghargai keberagaman dan perbedaan. Jangan memaksakan pendapat kalian kepada orang lain. Jangan menyerang, menghina, atau merendahkan siapa pun. Jangan terlibat dalam ujaran kebencian, diskriminasi, atau intoleransi. Coba dengan memahami dan menghormati pendapat dan latar belakang orang lain.

Kesimpulan

Etika digital adalah norma dan aturan yang mengatur perilaku kalian di dunia digital, khususnya media sosial. Dengan menerapkan etika digital, kalian dapat menggunakan media sosial secara cerdas, bijak, dan bertanggung jawab. Kalian bisa menyaring mana konten yang baik dan mana konten yang buruk, serta menjaga kualitas diskusi yang konstruktif dan menghargai perbedaan. Etika digital merupakan salah satu kunci untuk membangun dunia digital yang lebih baik, aman, dan nyaman bagi kalian juga.

Verified by MonsterInsights